Artikel Pendidikan Keluarga
Guru, Keluarga dan
Masyarakat Ibarat Tungku Tigo Sajarangan dalam Pendidikan
Velly
Syafriani, S.Pd
Guru SMP
N 47 Sijunjung
Proses
pendidikan formal terjadi pada satuan pendidikan, mulai dari pendidikan dasar
hingga perguruan tinggi. Sebagian besar orang beranggapan bahwa pendidikan
hanyalah tanggung jawab satuan pendidikan. Satuan pendidikan yang dimaksud
disini adalah kepala sekolah dan guru. Guru menjadi tolak ukur keberhasilan
pendidikan. Apa yang terjadi pada peserta didik baik dan buruk semuanya
diserahkan kepada guru. Namun sebenarnya proses pendidikan tidak hanya
melibatkan peran guru, tetapi juga harus melibatkan peran keluarga dan
masyarakat.
Keluarga
adalah pusat pendidikan yang pertama. Sebelum usia anak cukup untuk dimasukkan
dalam satuan pendidikan maka keluarga lah yang menjadi tempat pendidikan bagi
anak. Lingkungan keluarga merupakan tempat yang paling strategis untuk memberikan pendidikan kearah
kecerdasan, akhlak dan budi pekerti serta kepriabadian anak. Segala tindakan
yang dilakukan oleh orang tua akan menjadi contoh bagi anak. Oleh karena itu
orang tua harus membangun keteladanan sedini mungkin. Keteladanan dapat
diberikan orang tua melalui cara bersikap dan kebiasaan hidup sehari-hari.
Sebagai seorang yang pertama menjadi role
model bagi seorang anak orang tua
memiliki kewajiban memberikan contoh dan juga mendidik anak dengan sebaik
mungkin dan juga disertai dengan berbagai kebenaran.
Masyarakat
adalah orang-orang yang berada di sekeliling anak diluar keluarganya, termasuk
juga unsur pemerintah. Masyarakat secara tidak langsung juga mempengaruhi
pendidikan seorang anak. Dalam pergaulannya sehari-hari anak akan berinteraksi
dengan banyak orang. Jadi, sama halnya dengan keluarga masyarakat pun harus
memberikan keteladanan yang baik terhadap anak. Lalu, setelah anak dimasukkan
kedalam satuan pendidikan keluarga dan masyarakat masih dapat berperan dalam
pendidikan anak. Tanggung jawab pendidikan anak ketika sudah memasuki usia
sekolah tidak ditanggung oleh guru 100%. Karena waktu belajar disekolah hanya
setengah atau bahkan kurang dari setengah waktu yang dimiliki oleh anak dalam
sehari. Guru hanya akan bisa memantau anak dari mulai jam masuk sekolah sampai
jam sekolah berakhir (07.00 s/d 14.00). Setelah jam sekolah usai maka anak akan
kembali bergaul dengan keluarga dan masyarakat.
Peran keluarga khususnya orang
tua dalam pendidikan di sekolah dapat dilakukan melalui banyak hal diantaranya:
pertama orang tua harus memberi
dukungan penuh kepada anak. Dukungan yang dimaksud disini adalah dukungan moril
dan materil. Orang tua harus menanamkan nilai kepada anak tentang pentingnya
pendidikan. Orang tua juga harus mendukung semua kegiatan yang berlangsung di
satuan pendidikan. Kedua, orang tua
harus mendidik anak untuk disiplin dan mandiri. Hal ini sangat membantu satuan
pendidikan dalam menerapkan kedisiplinan terhadap anak dalam mematuhi segala
peraturan dan tata tertib sekolah. Anak yang sudah terbiasa disiplin dari rumah
maka akan terbawa ke sekolah. Misalnya saja berkaitan dengan kehadiran anak di
sekolah, anak yang telah terbiasa bangun pagi di rumah maka akan hadir tepat
waktu disekolah. Sehingga tidak akan ditemui lagi anak yang terlambat masuk
sekolah, karena orang tua benar-benar mengawasi mereka. Tidak hanya disiplin
waktu namun juga didiplin dalam berpakaian.
Ketiga, orang
tua harus menjaga kesehatan anak dan melengkapi kebutuhan gizinya. Hal ini
sangat membantu satuan pendidikan secara tidak langsung dalam menjalankan
proses pendidikan, sebab anak yang sehat akan mampu melalui proses pendidikan
dengan baik. Kelengkapan gizi anak juga akan mempengaruhi perkembangan
kecerdasan dan fisik seorang anak. Anak yang sehat akan bersemangat dalam
menjalankan proses pendidikan. Orang tua di rumah dapat menjaga pola tidur anak
dengan membuat jadwal tidur agar anak-anak tidak kelelahan di pagi hari dan
orang tua dapat mengatur makanan anak dengan menghindari makanan-makanan yang
tidak bergizi dan mengandung bahaya bagi anak.
Keempat, orang tua harus mengawasi
kegiatan anak belajar di rumah setelah jam sekolah selesai. Orang tua harus
selalu mengontrol apakah anaknya ada pekerjaan rumah (PR) atau tugas lainnya
dari guru. Orang tua juga harus selalu mengingatkan anak untuk belajar kembali
dan mempersipkan diri dengan baik terutama jika ada ujian di sekolah. Kelima, orang
tua juga harus menjadi teman yang baik bagi anak dirumah. Segala permasalahan
yang dihadapi anak baik permasalahan di sekolah maupun di lingkungannya harus
mendapat perhatian dari orang tua. Orang tua harus menjadi tempat curhat yang
nyaman bagi anak, sehingga anak mendapatkan solusi terbaik dalam setiap masalah
yang dihadapinya. Jangan sampai anak mencari pelarian lain sebagai tempat keluh
kesah segala beban yang dihadapinya.
Keenam, orang
tua harus menjalin kerjasama yang baik dengan guru. Kerjasama yang baik dapat
ditunjukkan dengan kepedulian orang tua dalam menghadiri undangan dari sekolah
yang berkaitan dengan segala aktivitas anak. Orang tua harus selalu merespon
baik program yang dilakukan sekolah. Orang tua dapat berperan ambil bagian
dalam berbagai kegiatan yang dilakukan guru di sekolah. Misalnya saja memenuhi
undangan rapat orang tua atau wali murid, udangan pembagian raport, undangan
pentas seni, acara perpisahan atau undangan gotong royong. Ketujuh, menjalin komunikasi yang baik dengan sekolah. Orang tua
dapat memantau kemajuan anak dengan selalu berkomunikasi dengan guru baik
secara langsung maupun melalui media komunikasi. Orang tua dan guru terutama
wali kelas dapat memiliki grup media sosial seperti grup Whatsapp, melalui
media ini orang tua dan guru dapat mengupdate
info soal sekolah, dan memantau perkembangan anak.
Peran masyarakat juga tidak kalah
penting dari peran keluarga atau orang tua. Masyarakat berhak dan berkewajiban
untuk mendapatkan dan mendukung pendidikan yang baik. Peran serta masyarakat pada satuan pendidikan
dapat direalisasikan melalui komite sekolah. Komite sekolah adalah badan mandiri yang beranggotakan orang
tua peserta didik, wakil tokoh masyarakat, pemuka adat dan pemerhati pendidikan serta wakil organisasi
masyarakat.
Ada banyak hal konkrit yang dapat
dilakukan masyarakat dalam rangka membantu proses pendidikan yang dilakukan
anak di satuan pendidikan. Diantaranya masyarakat dapat menyumbangkan dana guna
kemajuan satuan pendidikan, baik untuk membangun sarana prasarana maupun
memfasilitasi kegiatan penunjang sekolah. Segala hibah atau bantuan dapat diberikan
melalui komite sekolah. Tidak hanya bantuan materil, masyarakat juga dapat
menyumbangkan ide atau gagasannya guna kemajuan pendidikan anak di satuan
pendidikan, misalnya saja masyarakat bisa menjadi pelatih ahli dalam kegiatan
ekstrakurikuler misalnya pelatih kesenian asli daerah. Masyarakat juga dapat
menyumbangkan tenaga untuk kemajuan satuan pendidikan seperti bergotong royong
pada saat pembangunan ruang kelas baru atau gotong royong pembersihan lingkungan
sekolah.
Dan yang tidak kalah penting
masyarakat berperan besar dalam membentuk akhlak dan kepribadian peserta didik.
Masyarakat bisa secara tidak langsung membantu sekolah dalam menerapkan tata
tertib sekolah dan menindak pelanggaran yang dilakukan peserta didik.
Masyarakat di sekitar lingkungan satuan pendidikan dapat memantau peserta didik
yang berkeliaran atau cabut dijam pelajaran. Masyarakat juga bisa memberikan
informasi kepada sekolah tentang segala aktivitas yang dilakukan peserta didik
setelah sekolah usai. Masyarakat juga dapat mendukung peserta didik agar tidak
terjerumus dalam pergaulan dan pola hidup yang salah, misalnya saja bagi
masyarakat yang memiliki warung tidak akan menjual rokok kepada anak-anak yang
masih usia sekolah atau menjual beberapa jenis lem tertentu yang akan disalah
gunakan oleh peserta didik.
Berhasil atau tidaknya proses
pendidikan pada satuan pendidikan sangat ditentukan oleh peran serta ketiga
komponen tersebut. Jika salah satunya tidak mendukung maka akan terjadi ketimpangan
yang berakibat pada gagalnya proses pendidikan. Contoh sederhananya saja, orang
tua dan guru menanamkan agar anak-anak tidak merokok, namun masyarakat tidak
mendukung, masih ada beberapa warung disekitar lingkungan sekolah yang sengaja
menyediakan rokok untuk dijual kepada peseta didik. Sehingga program sekolah
tidak akan berhasil. Begitu juga sebaliknya guru dan masyarakat mendukung penuh
proses pendidikan namun orang tua seakan tidak peduli dengan pendidikan
anaknya, ini pun juga akan menyebabkan kegagalan. Jadi ketiga komponen tersebut
yaitu guru, keluarga dan masyarakat sama-sama berperan penting dalam memajukan
pendidikan pada satuan pendidikan.
Komentar
Posting Komentar