PTK IPA ” Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik dengan Menggunakan Media Booklet pada Mata Pelajaran IPA Kelas VII 2 Semester 2 di SMP N 47 Siunjung tahun 2015”

 

 

 
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

                  Lingkungan pendidikan merupakan lingkungan yang strategis untuk mengembangkan kebiasaan membaca. Kebiasaan membaca merupakan aktivitas untuk mendapatkan pengetahuan atau informasi yang seharusnya dilakukan bagi masyarakat ilmiah dan pendidikan. Kebisaan membaca merupakan hal yang penting dan fundamental yang harus dikembangkan sejak dini. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan baik pendidikan dasar, menengah maupun pendidikan tinggi. (Daryono, 2008:1)

                  Minat baca merupakan dorongan dari dalam diri seseorang atau faktor yang menimbulkan ketertarikan dan perhatian secara selektif yang menyebabkan dipilihnya suatu objek atau kegiatan membaca sebagai suatu kegiatan yang menguntungkan, menyenangkan atau mendatangkan kepuasan. Minat baca merupakan sumber motivasi yang mendorong seseorang melakukan hal yang diinginkan yaitu membaca. Menurut Asrori (2009: 183) motivasi dapat diartikan sebagai dorongan yang timbul dalam diri seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan suatu tindakan dengan tujuan tertentu.

Text Box: 1                  Dalam proses pembelajaran membaca merupakan suatu hal yang sangat penting. Melalui membaca peserta didik dapat menggali pengetahuan yang berkaitan dengan pembelajaran. Namun masalah yang ditemukan di sekolah adalah rendahnya minat baca peserta didik. Rendahnya minat baca ini disebabkan oleh berbagai faktor diantaranya ketidaktersediaan sarana prasarana, khususnya buku yang bermutu dan yang menarik perhatian peserta didik.

                  Buku-buku pembelajaran yang disediakan perpustakaan sekolah biasanya hanya berupa buku paket. Buku paket biasanya berukuran besar dan tebal, ukuran huruf yang kecil dan tanpa warna sehingga terkesan membosankan. Dengan melihat sekilas saja peserta didik sudah tidak tertarik untuk membacanya. Berkurangnya minat baca karena ketidaktersediaan media bacaan yang menarik perhatian peserta didik maka akan berpengaruh langsung pada hasil belajar peserta didik. Hasil belajar peserta didik menjadi rendah hal ini terbukti dari hasil Ulangan Harian peserta didik kelas VII 2 semester 2 pada Kompetensi Dasar 6.1 Mengidentifikasi ciri-ciri makhluk hidup dan 6.2 Mengklasifikasikan makhluk hidup berdasarkan ciri-ciri yang dimiliki, yang tidak mecapai KKM:

Tabel 1.1 Hasil Ulangan Harian Peserta Didik pada KD 6.1 dan 6.2

No

KD

KKM

Jumlah Peserta Didik

Jumah Peserta Didik yang Tuntas

Jumlah Peserta Didik yang Tidak Tuntas

Persentase Ketuntasan Klasikal

1

6.1

80

21

15

6

72%

2

6.2

80

21

14

7

67%

 

Dari tabel di atas terlihat bahwa jumlah peserta didik yang tuntas belum mecapai persentase ketuntasan klasikal, masih banyak peserta didik yang memperoleh nilai dibawah KKM. Padahal KD 6.1 dan 6.2 ini hanya berisikan materi berupa teori atau konsep, yang bisa dipahami dengan membaca. Namun karena media pembelajaran yang digunakan hanya berupa buku paket, peserta didik merasa malas untuk membacanya.

                  Salah satu usaha yang penulis lakukan dalam mengatasi hal tersebut adalah dengan membuat bahan media pembelajaran berupa bahan bacaan yang dapat menarik perhatian peserta didik. Menurut Sadiman (2003:6) media adalah segala sesuatu yang digunakan untuk menyalurkan pesan dan pengiriman pesan kepada penerima pesan sehingga dapat meransang fikiran, perasaan, minat dan perhatian peserta didik sedemikian rupa sehingga proses belajar mengajar berlangsung dengan efektif dan efisien sesuai dengan yang diharapkan.

                  Media pembelajaran yang penulis gunakan dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik dan juga dalam rangka menumbuhkembangkan minat baca peserta didik adalah dengan menggunakan media booklet. Menurut Sadiman (2002:82) dalam memilih sebuah media pembelajaran harus mempertimbangkan beberapa prinsip diantaranya media yang dipilih harus meningkatkan efektivitas belajar peserta didik.

                  Menurut Sholeh (http:www.scribd.com/doc/57196210/ leafletdan pamflet) booklet adalah media komunikasi massa yang bertujuan untuk menyampaikan pesan yang bersifat promosi, anjuran dan larangan-larangan kepada khalayak massa dan bersifat cetak. Booklet biasanya memang lebih sering digunakan sebagai media promosi sebuak produk. Booklet dirancang sedemikian rupa sehingga akan menarik perhatian massa untuk membeli atau memakai produk yang ditawarkan.

                  Dalam pembelajaran yang dimaksud dengan media boolet adalah buku berukuran kecil (setengah kuarto) dan tipis, tidak lebih dari 30 halaman bolak balik yang berisi tulisan dan gambar. Booklet merupakan penggabungan antara buku dengan leaflet atau sebuah buku dengan format atau ukuran seperti leaflet namun struktur dan isinya seperti sebuah buku karena dilengkapi dengan pendahuluan, isi dan penutup, hanya saja penyajiannya jauh lebih singkat dari buku. Booklet hampir sama dengan buku saku atau pocket book namun ukuran buku saku lebuh kecil sehingga bisa dimasukkan kedalam saku.

                  Media booklet yang penulis gunakan dirancang sendiri, isinya dalah materi pelajaran peserta didik kelas VII 2 pada semester 2. Booklet dibuat perkompetensi dasar dirancang full colour dengan ukuran huruf yang besar dan bervariasi, materi disampaikan tanpa berbelit-belit hanya mengacu pada poin-poin penting dan dilengkapi dengan gambar yang mendukung materi. Dengan menggunakan media booklet ini diharapkan peserta didik menjadi tertarik untuk membaca. Booklet ini juga bisa dibawa kemana saja karena ukurannya yang tipis. Meningkatnya minat baca peserta didik dengan menggunakan booklet diharapkan juga dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Jadi judul penelitian ini adalah: ” Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik dengan Menggunakan Media Booklet pada Mata Pelajaran IPA Kelas VII 2 Semester 2 di SMP N 47 Siunjung tahun 2015”.

 

 

 

B.     Rumusan Masalah

           Berdasarkan uraian latar belakang masalah di atas, maka rumusan masalahnya adalah: “Apakah penggunaan media booklet dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran IPA kelas VII 2 semester 2 di SMP N 47 Sijunjung tahun 2015?”.

 

C.    Hipotesis Tindakan

           Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka hipotesis tindakan dalam penelitian ini adalah: media booklet dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik  pada kelas VII 2 semester 2 di SMP N 47 Sijunjung tahun 2015.

 

D.    Tujuan Penelitian

                 Tujuan yang ingin dicapai melalui penelitian ini adalah untuk  mengetahui apakah media booklet dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran IPA  kelas VII 2 semester 2 di SMP N 47 Sijunjung tahun 2015.

 

E.     Manfaat Penelitian

1.      Bagi peserta didik, PTK ini bermanfaat untuk meningkatkan hasil belajar.

2.      Bagi guru, khususnya peneliti bermanfaat untuk mengembangkan media pembejaran yang dapat meningkatkan motivasi belajar dan membaca peserta didik

3.      Bagi sekolah, merupakan upaya inovasi dalam pembelajaran sesuai kebutuhan sekolah, khususnya dalam meningkatkan hasil belajar.

 

F.   Definisi Operasional

1.        Media booklet adalah media pembelajaran berupa penggabungan antara buku dengan leaflet atau sebuah buku dengan format atau ukuran seperti leaflet namun struktur dan isinya seperti sebuah buku karena dilengkapi dengan pendahuluan, isi dan penutup, hanya saja penyajiannya jauh lebih singkat dari buku

2.        Hasil belajar adalah nilai yang diperoleh peserta didik yang menggambarkan tingkat penguasaan peserta didik dalam proses pembelajaran.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
                                                            BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A. Kajian Teori

1.    Tinjauan tentang belajar dan pembelajaran

                  Menurut Hamalik (2001: 28) belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku individu melalui interaksi dengan lingkungan. Aspek tingkah laku tersebut adalah pengetahuan, pengertian, kebiasaan, keterampilan dan apresiasi. Jadi dapat disimpulkan bahwa belajar adalah proses perubahan tingkah laku individu setelah melakukan interaksi dengan lingkungan.

                  Selanjutnya Sardiman menjelaskan bahwa belajar itu sebagai suatu rangkaian kegiatan jiwa raga, psiko-fisik untuk menuju perkembangan pribadi manusia seutuhnya, yang berarti menyangkut unsur cipta, rasa dan karsa, ranah kognitif, afektif dan psikomotor. Jadi belajar adalah suatu aktivitas yang diharapkan melalui perubahan tingkah laku pada diri individu yang belajar. perubahan tingkah laku terjadi karena usaha individu yang bersangkutan, dan pembelajaran terjadi karena adanya interaksi antara peserta didik dengan guru, sumber belajar termasuk di dalamnya lingkungan yang kesemuanya menimbulkan perubahan tingkah laku sesuai dengan yang diinginkan individunya.

7

 
                  Ahli pendidikan modern merumuskan pernuatan belajar sebagai berikut: ” belajar adalah suatu bentuk pertumbuhan dan perubahan dalam diri seseorang yang dinyatakan dalam cara-cara bertingkah laku yang baru berkat pengalaman dan latihan. Tingkah laku yang baru ini misalnya dari tudak tahu menjadi tahu, timbulnya pengertian baru, serta timbul dan berkembangnya sifat-sifat sosial, susila dan emosional. Dilain pihak Ernest R. Hilgard dalam bukunya” Theories of Leraning” dalam Aqib (2002: 42) memberikan definisi belajar sebagai berikut:

Learning is the prosess by wich an activity originates or is changed through training prosedures (whether in the laboratory or in natural environment) as distinguished from changes by factors nit attribute able to training

 

Dalam definisi tersebut dikatakan bahwa seseorang yang belajar kelakuannya akan berubah dari pada sebelumnya. Jadi belajar tidak hanya mengenai bidang intelektual, akan tetapi mengenai seluruh pribadi anak. Perubahan kelakuan karena mabuk bukanlah hasil belajar.

             Selanjutnya dalam kamus pedagogik dikatakan bahwa belajar adalah berusaha memiliki pengetahuan dan kecakapan. Seseorang telah mempelajari sesuatu terbukti dengan perbuatannya. Ia baru dapat melakukan sesuatu hanya dari proses belajar sebelumnya, tetapi harus diingat juga bahwa belajar mempunyai hubungan erat dengan masa peka yaitu masa dimana sesuatu fungsi maju dengan pesat untuk dikembangkan.

             Dari beberapa definisi di atas dapat diambil kesimpulan bahwa belajar adalah proses perubahan dalam diri manusia. Apabila setelah belajar tidak terjadi perubahan dalam diri manusia, maka tidaklah dapat dikatakan padanya telah berlangsung proses belajar.

                  Macam-macam teori belajar:

1.    Teori belajar menurut Faculty Psychology (ilmu jiwa daya)

 

Menurut teori ini jiwa manusia terdiri dari berbagai daya seperti daya berfikir, mengenal, mengingat, mengamat, dan lainya. Daya ini dapat berkembang dan berfungsi apabila dilatih dengan bahan dan cara-cara tertentu. Berdasarkan pandangan ini maka yang dimaksud dengan belajar adalah usaha melatih daya tersebut agar berkembang, sehingga kita dapat berfikir, mengingat dan sebagainya. Cara yang digunakan adalah dengan menghafal, memecahkan soal dan sebagainya.

2.    Teori belajar menurut ilmu jiwa asosiasi

Menurut teori ini jiwa manusia terdiri dari asosiasi dan berbagai tanggapan yang masuk ke dalam jiwa kita. Asosiasi ini biasanya terbentuk berkat adanya hubungan stimulus respon atau disingkat dengan S-R, menurut pandangan ini belajar berarti membentuk hubungan-hubungan stimulus response dan melatih hubungan itu agar bertalian erat. Belajar demikian sifatnya mekanis seperti mesin dan akhirnya akan terbentuk kebiasaan-kebiasaan dan sejumlah ilmu pengetahuan. Penyelidik aliran ini adalah E.L. Thorndike.

3.    Teori belajar menurut ilmu jiwa Gestalt

Menurut teori ini jiwa manusia merupakan satu keseluruhan yang bulat, bukan tanggapan-tanggapan. Jiwa manusia bersifat hidup dan aktif berinteraksi dengan lingkungan. Oleh karena itu belajar menurut pandanngan ini berarti mengalami, bereaksi, bernuat da berfikir secara kritis. Beberapa azas belajar yang dikemukakan teori ini adalah:

 

a.       Keseluruhan lebih dari jumlah bagian-bagian

b.      Belajar adalah suatu proses perkembangan

c.       Belajar adalah reorganisasi pengalaman

d. Belajar lebih berhasil apabila berhubungan dengan minat, keinginan dan tujuan anak

e.       Belajar adalah suatu proses yang berlangsung teerus-menerus

Tipe-tipe belajar menurut Gagne pada hakikatnya merupakan prinsip umum baik dalam pembelajaran maupun mengajar. Artinya dalam mengajar atau membimbing siswa belajar pun terdapat tingkatannya. Tipe belajar itu ada delapan yaitu:

1.             Belajar isyarat (Signal Leraning)

Belajar isyarat mirip dengan respon bersayarat. Seperti menutup mulut dengan telunjuk, adalah isyarat agar tidak bicara.

2.             Belajar stimus respon (Stimulus Respons Learning)

Berbeda dengan isyarat respon bersifat umum, kabur dan emosional. Setiap respon dapat diperkuat dengan reinforcement.

3.             Belajar rangkaian (Chaining)

4.             Asosiasi verbal (Verbal Asosiation)

5.             Belajar diskriminasi (Discrimination Learning)

Tipe belajar ini adalah pembedaan terhadap berbagai rangkaian.

6.             Belajar konsep (Concept Leraning)

Konsep merupakan simbol berfikir. Hal ini diperoleh dari hasil tafsiran terhadap faktab atau realita dan hubungan antar berbagai fakta. Kemampuan membentuk konsep ini terjadi bila orang dapat melakukan diskriminasi

7.             Belajar aturan (Rule Learning)

Hukum, dalil, rumus adalah rule (aturan). Tipe belajar ini banyak terdapat dalam semua pelajaran di sekolah.

8.             Belajar pemecahan masalah (Problem Solving)

Memecahkan masalah adalah biasa dalam kehidupan. Memecahkan masalah memerlukan pemikiran. Upaya memecahkan masalah dilakukan dengan menghubungkan berbagai aturan yang relevan dengan masalah tersebut. Dalam memecahkan masalah diperlukan waktu, adakalanya singkat dan adakalanya lama.

 

2.    Tinjauan tentang media pembelajaran booklet

            Secara etimologi kata “media” merupakan bentuk jamak dari “medium” yang berasal dari Bahasa Latin “medius” yang berarti tengah. Sedangkan dalam Bahasa Indonesia, kata “medium” dapat diartikan sebagai “antara” atau “sedang”. Sehingga pengertian media dapat mengarah pada segala sesuatu yang mengantarkan atau meneruskan informasi dari pemberi pesan kepada penerima pesan.

            Menurut Gagne dan Briggs dalam Arsyad (2002:4) media adalah alat yang secara fisik digunakan untuk menyampaikan isi materi, yang terdiri dari antara lain buku, tape recorder, kaset, video kamera, video recorder, film, slide, foto, gambar, gravik, televisi dan komputer. Sedangkan menurut Sadiman (2002: 82) dalam memilih sebuah media pembelajaran harus mempertimbangkan beberapa prinsip diantaranya media yang dipilih harus meningkatkan efektivitas belajar peserta didik. Menurut Nuryani (2005: media adalah segala benda yang dapat dimanipulasikan, dilihat, didengar, dibaca dan dibicarakan beserta instrumen yang digunakan untuk kegiatan tersebut. Dari pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah bahan, alat, maupun metode atau teknik yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar dengan maksud agar proses interaksi komunikasi edukatif antara guru dan peserta didik dapat berlangsung secara efektif dan efisien sesuai dengan tujuan pengajaran yang telah dicita-citakan.

            Dalam suatu proses belajar mengajar, dua unsur yang sangat penting adalah metode mengajar dan media pengajaran.  Kedua aspek ini saling berkaitan. Pemilihan salah satu metode mengajar tertentu akan mempengaruhi jenis media pengajaran yang sesuai, meskipun masih ada berbagai aspek lain yang harus diperhatikan dalam memilih media, antara lain tujuan pengajaran, jenis tugas dan respon yang diharapkan siswa kuasai setelah pengajaran berlangsung, dan konteks pembelajaran termasuk karakteristik siswa. 

                 Meskipun demikian, dapat dikatakan bahwa salah satu fungsi utama media pengajaran adalah sebagai alat bantu mengajar yang turut mempengaruhi iklim, kondisi, dan lingkungan belajar yang ditata dan diciptakan oleh guru. Hamalik (1986) mengemukakan bahwa pemakaian media pengajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa.

                 Secara umum, manfaat media dalam proses pembelajaran adalah memperlancar interaksi antara guru dengan siswa sehingga pembelajaran akan lebih efektif dan efisien.  Tetapi secara lebih khusus ada beberapa manfaat media dalam pembelajaran yaitu :

a.    Penyampaian materi pelajaran dapat diseragamkan

b.    Proses pembelajaran menjadi lebih jelas dan menarik

c.    Proses pembelajaran menjadi lebih interaktif

d.   Efisiensi dalam waktu dan tenaga

e.    Meningkatkan kualitas hasil belajar siswa 

f.     Media memungkinkan proses belajar dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja

g.    Media dapat menumbuhkan sikap positif siswa terhadap materi dan proses belajar

h.    Merubah peran guru ke arah yang lebih positif dan produktif.

            Selain beberapa manfaat media seperti yang dikemukakan oleh Kemp dan Dayton tersebut, tentu saja kita masih dapat menemukan banyak manfaat -manfaat praktis yang lain.  Manfaat praktis media pembelajaran di dalam proses belajar mengajar sebagai berikut :

a.    Media pembelajaran dapat memperjelas penyajian pesan dan informasi sehingga dapat memperlancar dan meningkatkan proses dan hasil belajar

b.    Media pembelajaran dapat meningkatkan dan mengarahkan perhatian anak sehingga dapat menimbulkan motivasi belajar, interaksi yang lebih langsung antara siswa dan lingkungannya, dan kemungkinan siswa untuk belajar sendiri-sendiri sesuai dengan kemampuan dan minatnya

c.    Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan indera, ruang dan waktu

d.   Media pembelajaran dapat memberikan kesamaan pengalaman kepada siswa tentang peristiwa-peristiwa di lingkungan mereka, serta memungkinkan terjadinya interaksi langsung dengan guru, masyarakat, dan lingkungannya misalnya melalui karya wisata.  Kunjungan-kunjungan ke museum atau kebun binatang.

Jenis-jenis media pembelajaran:

a.    Media asli hidup, misalnya akuarium dengan ikan dan tanamannya, terarium dengan hewan darat dan tumbuhannya dan kebun binatang dengan semua binatang yang ada

b.    Benda asli mati, misalnya: herbarium, taksidermi, dan awetan dalam botol

c.    Media asli benda tak hidup, misalnya: berbagai jenis batuan mineral

d.   Media asli tiruan atau model, misalnya model irisan bagian dalam bumi

e.    Media grafis, misalnya bagan dan diagram

f.     Media dengar atau audio misalnya radio

g.    Media pandang dengar (audio visual)

h.    Media proyeksi diam misalnya slide

i.      Media cetak misalnya buku, koran dan majalah (Nuryani. 2005:119)

            Dalam pemilihan media pembelajaran ada beberapa kriteria yang dapat digunakan yaitu:

a.    Ketersediaan atau ada tidaknya media tersebut di sekolah

b.    Biaya, apakah ada biayanya tersedia dan mencukupi

c.    Kemudahan, apakah mudah dalam membuatnya

d.   Kalau tersedia, apakah mudah dibawa ke kelas

e.    Kesesuaian dengan vasilitas yang ada di kelas, misalnya: OHP tergantung pada ketersediaan layar dan listrik yang memadai

f.     Keamanan dalam penggunaan, misalnya menggunakan hewan yang berbisa atau bahan kimia yang beracun

           Media booklet tergolong kepada media cetak. Menurut Sholeh (http:www.scribd.com/doc/57196210/ leafletdan pamflet) booklet adalah media komunikasi massa yang bertujuan untuk menyampaikan pesan yang bersifat promosi, anjuran dan larangan-larangan kepada khalayak massa dan bersifat cetak. Booklet biasanya memang lebih sering digunakan sebagai media promosi sebuak produk.

           Booklet dirancang sedemikian rupa sehingga akan menarik perhatian massa untuk membeli atau memakai produk yang ditawarkan. Dalam pembelajaran yang dimaksud dengan media boolet adalah buku berukuran kecil (setengah kuarto) dan tipis, tidak lebih dari 30 halaman bolak balik yang berisi tulisan dan gambar. Boolet merupakan penggabungan antara buku dengan leaflet atau sebuah buku dengan format atau ukuran seperti leaflet namun struktur dan isinya seperti sebuah buku karena dilengkapi dengan pendahuluan, isi dan penutup, hanya saja penyajiannya jauh lebih singkat dari buku. Booklet hampir sama dengan buku saku atau pocket book namun ukuran buku saku lebuh kecil sehingga bisa dimasukkan kedalam saku.

           Jadi dapat disimpulkan ciri-ciri sebuah booklet dalam pembelajaran adalah:

a.     Buku kecil tipis dengan ukuran setengah kuarto

b.    Jumlah halamannya tidak lebih dari 30 lembar timbal balik

c.     Berisi tulisan dan gambar

d.    Terdiri dari pendahuluan, isi dan penutup

e.     Di desain menarik dengan variasi huruf dan warna

f.     Diberi latar full colour

Keuntungan pemakaian booklet dalam pembelajaran:

a.    Mudah dibawa, karena tipis dan kecil

b.    Lebih menarik dibandingkan buku paket karena full colour dan juga memiliki ukuran huruf dan warna huruf yang bervariasi serta dilengkapi dengan gambar yang menarik

c.    Lebih mudah dipahami karena langsung pada inti materi pelajaran

 

3.    Tinjauan tentang hasil belajar

            Tujuan pembelajaran yang dilakukan di sekolah atau di rumah adalah agar dapat memperoleh hasil belajar yang dianggap baik yaitu yang telah memenuhi standar hasil belajar yang telah ditetapkan atau melebihi sehingga digolongkan menjadi hasil belajar yang baik. Setiap proses belajar yang dilakukan peserta didik akan menghasilkan hasil belajar. Di dalam proses pembelajaran guru sebagai pengajar sekaligus pendidik memegang peranan dan tanggung jawab yang besar dalam rangka membantu meningkatkan keberhasilan peserta didik dipengaruhi oleh kualitas pengajaran dan faktor intern dari peserta didik sendiri.

            Dalam mengikuti proses pembelajaran di sekolah sudah pasti setiap peserta didik mengharapkan mendapatkan hasil belajar yang baik, sebab hasil belajar yang baik dapat membantu peserta didik dalam mencapai tujuan. Hasil belajar yang baik hanya dapat dicapai dengan proses belajar yang baik pula. Jika proses belajar tidak optimal maka sangat sulit diharapkan terjadinya hasil belajar yang baik.

            Menurut Hamalik (2001: 159) bahwa hasil belajar menunjukkan prestasi belajar, sedangkan prestasi belajar itu merupakan indikator adanya derajat perubahan tingkah laku peserta didik. Menurut Nasution (2006: 36) hasil belajar adalah hasil dari suatu interaksi tindak belajar mengajar dan biasanya ditunjukkan dengan nilai tes yang diberikan guru. Sedangkan menurut Dimyati dan Mudjiono (2002: 36) hasil belajar adalah hasil yang ditunjukkan dari suatu interaksi tindakan belajar dan biasanya ditunjukkan dengan nilai tes yang diberikan guru. Maka berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar merupakan hasil yang diperoleh siswa setelah terjadi proses pembelajaran yang ditunjukkan dengan nilai tes yang diberikan oleh guru setiap selesai memberikan materi pelajaran pada satu pokok bahasan.            

B.     Kerangka Berfikir

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Gambar1. Bagan Kerangka Berfikir

 

 
BAB

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
BAB III

METODE PENELITIAN

 

A.      Subjek Penelitian

Subjek dalam PTK ini adalah peserta didik kelas VII 2 SMP N 47 Sijunjung. Penentuan kelas ini karena kelas ini bukan merupakan kelas unggul, rata-rata hasil ujian semester mereka masih dibawah standar.

 

B.       Waktu dan Lamanya Penelitian

Waktu penelitian ini adalah pada semester 2 tahun pelajaran 2014/2015  yang dimulai dari bulan Februari s/d April 2015.

 

C.      Tempat Penelitian

PTK ini dilaksanakan di SMP N 47 Sijunjung tahun ajaran 2014/2015

 

D.      Prosedur Penelitian

19

 
Penelitian tindakan kelas ini menggunakan model yang dikembangkan oleh Kemmis dan Mc. Teggart, terdiri dari dua siklus tiap siklus terdiri atas  perencanaan (plan), tindakan (action), pengamatan (observation), dan perenungan (reflection). Pelaksanaan tiap siklus terdiri dari 3 kali pertemuan dengan perincian 2 kali pertemuan untuk melaksanakan proses pembelajaran dan 1 kali pertemuan (2x40 menit) untuk ulangan harian. Selanjutnya diuraikan langkah- langkah kegiatan yang dilaksanakan selama tiga kali pertemuan disetiap siklus yang meliputi: perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi.

1.    Rencana (plan)

a.    Menyiapkan rencana penelitian yaitu waktu pelaksanaan dan materi yang akan diteliti

b.    Menyiapkan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP)

c.    Menyiapkan media booklet

d.   Menyiapkan soal latihan

e.    Mempersiapkan soal kuis dan soal ulangan harian

2.    Pelaksanaan tindakan (action)

Adapun pelaksanaan tindakan yang dilakukan adalah:

a.    Mengingatkan pada peserta didik bahwa di akhir pelajaran diadakan kuis

b.    Guru melaksanakan proses pembelajaran yaitu:

1)   Memberikan apersepsi dan motivasi.

2)   Membagikan media booklet kepada masing-masing peserta didik dan dilengkapi dengan lembar soal berkaitan dengan materi

3)   Membimbing peserta didik menggunakan booklet

4)   Melaksanakan kuis

Secara lebih rinci tahap pelaksanaan tindakan (action) dapat dituliskan sebagai berikut:

 

 

Tabel 3.1 Kegiatan pelaksanaan tindakan (action)

 

   Siklus I

 

Pertemuan Ke-/Tanggal

Pokok Bahasan

Evaluasi

I/ 13 Maret 2015

Organisasi kehidupan

  1. Sel
  2. Struktur sel

Kuis 1

II/ 14 Maret 2015

Organisasi kehidupan

a.        Jaringan pada tumbuhan

b.       Jaringan pada hewan

 

Kuis 2

III/ 20 Maret 2015

Organisasi kehidupan

a.                                                                                                        Organ

b.        Sistem organ

c.         Organisme

 

Kuis 3

IV/ 21 Maret 2015

Ulangan Harian Organisasi Kehidupan

UH 1

 

   Siklus 2

 

Pertemuan Ke-/Tanggal

Pokok Bahasan

Evaluasi

V/ 27 Maret 2015

Ekosistem

-          Satuan-satuan ekosistem

Kuis 1

VI/ 28 Maret 2015

Ekosistem

-          Pola interaksi

Kuis 2

VII 2/ 3 April 2015

Ulangan Harian Ekosistem

UH 1

 

3.      Pengamatan (observation)

Hal-hal yang diamati adalah aktivitas peserta didik membaca booklet dan mengerjakan latihan.  

4.      Refleksi (reflection)

Pada setiap akhir pembelajaran diadalakan kuis untuk mengukur tingkat pemahaman peserta didik. Dan pada akhir siklus diadakan Ulangan harian.

 

 

E.     Alat Pengumpul Data

a.    Hasil kuis

b.   Hasil ulangan harian

 

F.     Teknik Analisis Data

Data yang diperoleh dari kuis dan ulangan harian dicari rata- ratanya dengan menggunakan rumus rata- rata yaitu:

X

Dengan: X = nilai rata- rata ulangan harian

      X=  jumlah nilai peserta ulangan harian

                           N=  jumlah peserta ulangan harian  (Arikunto, 1997: 271).

Nilai rata- rata ulangan harian tersebut dijadikan sebagai pembanding rata- rata ulangan harian sebelumnya sehinga diperoleh konsep:

1.      Bila nilai rata- rata ulangan harian meningkat dari nilai rata- rata ulangan harian sebelumnya hasil belajar dikatakan meningkat.

2.      Bila nilai rata- rata ulangan harian tetap, berarti hasil belajar tidak meningkat.

3.      Bila nilai rata- rata ulangan harian menurun dari nilai rata- rata ulangan harian sebelumnya hasil belajar dikatakan menurun.

Untuk mengukur penilaian hasil belajar dari ulangan harian dilakukan analisis dengan menggunakan Kriteria Ketuntasan belajar Minimal (KKM) yaitu:

a.       Peserta didik dikatakan tuntas belajar jika peserta didik tersebut telah menguasai 80% dari materi yang diuji.

b.      Peserta didik dikatakan tuntas belajar secara klasikal jika 85% dari seluruh pengikut tes sudah menguasai 80% materi yang diajar

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

 

 

Berikut disajikan  analisis data dan interpretasinya dari PTK yang dilakukan pada pembelajaran IPA di kelas VII 2 SMP N 47 Sijunjung. Standar Kompetensi : 6. Memahami keanekaragaman makhluk hidup, dengan Kompetensi dasar : 6.3 Mendeskripskan keragaman pada sistem organisasi kehidupan mulai dari tingkat sel hingga tingkat organisme, dan Kompetensi dasar 7.  Memahami saling ketergantungan dalam ekosistem dengan Standar Kompetensi 7.1  Menentukan ekosistem dan saling ketergantungan antar komponen ekosistem.

A.    Hasil Penelitian

Penelitian dilaksankan dalam dua siklus mulai tanggal 13 Maret 2015 s/d 3 April 2015 melalui tujuh kali pertemuan.

1.         Analisis data siklus 1

Data hasil kuis dari pertemuan pertama dan kedua dianalisis sebagai berikut:

  Tabel 4.1 Ketuntasan Belajar IPA kelas VII 2

Kuis

 

Tingkat Penguasaan Materi

Jumlah Peserta didik

 

%

Ketuntasan Klasikal

Rata- rata Kelas

Ya

Tidak

I

80%

12

57,4

 

 

76,19

 80%

9

42,8

II

80%

11

52,3

 

 

76,67

 80%

9

42,8

III

80%

15

71,4

 

 

83,33

 80%

5

28,6

24

 

Dari tabel diatas terlihat bahwa ketuntasan belajar secara klasikal belum tercapai, namun rata- rata kelas secara bertahap memperlihatkan peningkatan sejak pertemuan pertama hingga kedua. Setelah pertemuan kedua diadakan ulangan harian untuk melihat penguasaan peserta didik terhadap materi pelajaran mulai dari pertemuan pertama hingga pertemuan kedua. Hasil ulangan harian tersebut dapat dilihat pada tabel 3 berikut:

         Tabel 4.2 Hasil Ulangan Harian I IPA kelas VII 2

No

Nama siswa

UH 1

1

Aldika Fajri

90

2

Alna Fitri Yanti

93

3

Belia Angraini

98

4

Dipa Asmawati

90

5

Dori Jaswanto

73

6

Febrian Antoni

93

7

Jufri Salmi

80

8

Nikhi Riswandi

80

9

Nitya Zulfa Ningsih

100

10

Oki Putra Pratama

68

11

Refil amanda Putra

35

12

Risa Amelia Fitri

83

13

Sonya Angelina

98

14

Talendra

58

15

Ulfa Mardiyanti

98

16

Ultri Intan Unggani

98

17

Vembra Saputra

38

18

Viora Solvia

98

19

Wildiyana Gustia Mariyadi

70

20

Wira Farma

93

21

Yudisha Asril Malta

55

Rata-Rata

80,43

 

 

2.         Refleksi tahap I

Dari hasil kuis pada pertemuan pertama dan kedua ketuntasan klasikal belum tercapai, begitu juga dengan hasil Ulangan Harian I. Hal ini mungkin disebabkan oleh kurangnya pemahaman peserta didik belajar dengan menggunakan booklet.  

3.         Analisis data tahap 2

Data yang diperoleh sejak pertemuan I hingga pertemuan II pada siklus 2 diolah dengan membandingkan hasil tes yang satu dengan tes sebelumnya. Kemudian ditinjau pula ketuntasan klasikalnya seperti tabel 4 berikut:

    Tabel 4.3 Ketuntasan Belajar IPA Kelas VII 2

Kuis

Tingkat Penguasaan Materi

Jumlah Peserta didik

 

%

Ketuntasan Klasikal

Rata- rata Kelas

Ya

Tidak

I

80%

16

76,2

 

 

86,19

 80%

5

23,8

II

80%

18

85,7

 

 

 

90,24

 80%

3

14,3

 

Dari tabel di atas terlihat bahwa hingga pertemuan kedua pada siklus 2 rata-rata nilai kuis telah menunjukkan peningkatan meskipun secara ketuntasan klasikal pada pertemuan pertama belum tercapai. Pada pertemuan kedua telah tercapai ketuntasan klasikal dan hanya tersisa 3 peserta didik yang tidak tuntas.

           Tabel 4.4 Hasil Ulangan Harian II IPA Kelas VII 2

No

Nama siswa

UH 2

1

Aldika Fajri

93

2

Alna Fitri Yanti

90

3

Belia Angraini

80

4

Dipa Asmawati

83

5

Dori Jaswanto

80

6

Febrian Antoni

85

7

Jufri Salmi

80

8

Nikhi Riswandi

80

9

Nitya Zulfa Ningsih

95

10

Oki Putra Pratama

80

11

Refil amanda Putra

80

12

Risa Amelia Fitri

93

13

Sonya Angelina

92

14

Talendra

80

15

Ulfa Mardiyanti

80

16

Ultri Intan Unggani

83

17

Vembra Saputra

80

18

Viora Solvia

88

19

Wildiyana Gustia Mariyadi

88

20

Wira Farma

92

21

Yudisha Asril Malta

83

Rata-Rata

85,00

 

4.    Refleksi tahap II

Hasil kuis pertemuan ke I sampai ke II pada siklus 2 menunjukkan peningkatan, semuanya menunjukkan ketuntasan klasikal dan rata-ratanya menunjukan kenaikan. Hasil UH kedua juga menunjukkan kenaikan, dengan rata-rata 85,00.

 

B.     Pembahasan

Dalam penelitian ini, hal yang dibahas adalah hasil belajar peserta didik dengan menggunakan media pembelajaran booklet. Hasil belajar tersebut dapat diamati berdasarkan hasil kuis dan hasil ulangan harian. Pada siklus pertama dilakukan 3 kali kuis dan pada siklus kedua dilakukan 2 kali kuis. Selama penelitian dilakuan telah diadakan 2 kali ulangan harian.  Hasil kuis pada siklus pertama menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata namun untuk ketuntasan klasikal belum tercapai. Ketuntasan nilai kuis secara klasikal baru tercapai pada pertemuan kedua pada siklus 2. Dari hasil nilai uangan harian yang telah dilakukan sebanyak dua kali terjadi peningkatan rata-rata nilai yaitu dari 80,43 menjadi 85,00.

Peningkatan nilai kuis dan nilai ulangan harian ini menunju bahwa penggunaan media booklet terhadap pembelajaran peserta didik di kelas VII 2 semester 2 pada pokok bahasan Organisasi Kehidupan dan Ekosistem dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik. Hal ini disebabkan karena media booklet dapat meransang minat baca peserta didik karena booklet didesain menarik dan dapat dibawa kemana saja karena ukurannya yang kecil dan tipis. Meningkatnya minat baca akan berbading lurus dengan hasil kuis dan ulangan harian yang mereka dapatkan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
BAB V

PENUTUP

 

Berdasarkan hasil penelitian, berikut ini dikemukakan beberapa kesimpulan dan saran yang berhubungan dengan penelitian.

A.    Kesimpulan

Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dapat dikemukakan kesimpulan yaitu: penggunaan media booklet dalam pembelajaran pada kelas VII 2 semester 2 di SMP N 47 Sijunjung Tahun 2015 dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik.

B.     Saran

Dengan selesainya penelitian ini, maka penulis mengemukakan saran agar pembaca dapat menggunakan media booklet untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran IPA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

29

 
 


DAFTAR PUSTAKA

 

 

 

Aqib, Zainal. 2010. Profesionalisme Guru dalam Pembelajaran. Surabaya. Insan Cendekia

 

Arikunto, Suharsimi. 1997. Dasar- Dasar Evaluasi Pendidikan. Bandung: Bina Aksara.

 

Asrori, Muhammad. 2009. Psikologi Pembelajaran. Bandung: Wacana Prima

 

Azhar Arsyad,  Media Pengajaran, (Jakarta :  Raja Grafindo Persada, 2000)

Daryono. 2009. Pengembangan Minat Baca Masyarakat. Diperoleh tanggal 10 Oktober 2015 dari http://daryono.staff. Uns.ac.id.06/01/Pengembangan Minat Baca Masyarakat

 

Dimyati & Mudjiono. 2002. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta

Hamalik, Umar. 2004. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.

 

Nasution. 2006. Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar Mengajar Jakarta: Sinar Grafika Offset.

 

Nuryani. 2005. Strategi Belajar Mengajar Biologi. Malang : UNM

 

Sadiman, Arif. 2002. Media Pendidikan. Jakarta: Raja Grafindo Persada

 

Soleh, Effendy. 2015. http:// www. Scribd.com/doc/57196210/leaflet dan pamflet. Diakses tanggal 10 Oktober 2015

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LAMPIRAN 1

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

 

Satuan Pendidikan             : SMP N 47 Sijunjung

Mata Pelajaran                   :  IPA Terpadu

Kelas / Semester                  :  VII / 2

Alokasi Waktu                    :  5 x 40 menit

 


Standar Kompetensi 6 :

Memahami keanekaragaman makhluk hidup.

Kompetensi Dasar 6.3 :

Mendeskripsikan keragaman pada sistem organisasi kehidupan mulai dari tingkat sel sampai organisme

Indikator:

a.         Mengidentifikasi macam-macam jaringan penyususn organisme

b.        Mengidentifikasi contoh sistem organ penyusun tubuh organisme

c.         Mengidentifikasi hubungan antara sel, jaringan, organ dan sistem organ penyusun tubuh organisme

d.        Berdo’a sebelum belajar

e.         Mengaitkan materi dengan kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa

f.         Tidak mencontek pada saat ujian

g.        Mengerjakan semua tugas yang diberikan guru

h.        Mengerjakan semua tugas yang diberikan guru sendiri

 

A.     Tujuan Pembelajaran

1.      Peserta didik dapat menjelaskan bagian-bagian sel beserta fungsinya

2.      Peserta didik dapat membedakan sel hewan dan tumbuhan

3.      Peserta didik dapat menjelaskan macam-macam jaringan penyusun jaringan

4.      Peserta didik dapat menyebutkan contoh macam jaringan penyusun organism

5.      Peserta didik dapat menyebutkan contoh sistem organ penyusun tubuh organisme.

6.      Peserta didik dapat menghubungkan antara sel, jaringan, organ dan sistem organ penyusun tubuh organisme.

7.      Peserta didik dapat berdo’a sebelum belajar

8.      Peserta didik dapat mengaitkan materi dengan kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa

9.      Peserta didik tidak mencontek pada saat ujian

10.  Peserta didik dapat mengerjakan semua tugas yang diberikan guru

11.  Peserta didik dapat mengerjakan semua tugas yang diberikan guru sendiri

 

B.     Materi Pembelajaran

1.      Sel

2.      Struktur Sel

3.      Jaringan pada hewan

4.      Jaringan pada tumbuhan

5.      Organ

6.      Sistem organ

7.      Organisme

 

C.     Metode Pembelajaran

         1.   Pendekatan                          :     Konsep

         2.   Metode                                 :     Diskusi dan tanya jawab

D.          Langkah-langkah Pembelajaran

Pertemuan 1 (2 x 40 menit)

1.      Kegiatan Pendahuluan (5 menit)

a.   Motivasi :

                      Terdiri dari apakah organisasi kehidupan itu ?

b.   Prasyarat Pengetahuan :

      Peserta didik telah memahami ciri-ciri makhluk hidup.

2.      Kegiatan Inti (70 menit)

a.    Guru menuliskan tujuan pembelajaran

b.    Guru menjelaskan metode pembelajaran yang dipakai

c.    Guru membagikan booklet kepada masing-masing peserta didik

d.   Guru menugaskan  peserta didik membaca booklet

e.    Guru membagikan soal berkaitan dengan materi

f.     Guru dan peserta didik saling bertanya jawab berkaitan dengan materi

g.    Guru memberi penjelasan berkaitan dengan materi yang belum dipahami peserta didik

3.      Kegiatan Penutup (5 menit)

a.         Peserta didik membuat kesimpulan tentang pembelajaran hari ini dibantu oleh guru

b.        Guru menugaskan peserta didik untuk membaca materi selanjutnya tentang Organ dan Sistem Organ

 

Pertemuan ke dua (3 x 40 menit)

1.      Kegiatan Pendahuluan (5 menit)

a.   Motivasi :

                      Apakah sel hewan dan sel tumbuhan memiliki bentuk yang sama?

b.   Prasyarat Pengetahuan :

      Peserta didik telah memahami tentang sel

2.      Kegiatan Inti (110 menit)

a.    Guru menuliskan tujuan pembelajaran

b.    Guru menjelaskan metode pembelajaran yang dipakai

c.    Guru membagikan booklet kepada masing-masing peserta didik

d.   Guru menugaskan  peserta didik membaca booklet

e.    Guru membagikan soal berkaitan dengan materi

f.     Guru dan peserta didik saling bertanya jawab berkaitan dengan materi

g.    Guru memberi penjelasan berkaitan dengan materi yang belum dipahami peserta didik

3.      Kegiatan Penutup (5 menit)

a.         Peserta didik membuat kesimpulan tentang pembelajaran hari ini dibantu oleh guru

b.        Guru menugaskan peserta didik untuk membaca materi selanjutnya

 

Pertemuan ke dua (3 x 40 menit)

1.      Kegiatan Pendahuluan (5 menit)

a.   Motivasi :

                      Kumpulan dari berbagai macam jaringan yang memiliki bentuk dan fungsi yang sama   adalah?

b.   Prasyarat Pengetahuan :

      Peserta didik telah memahami tentang sel dan jaringan.

2.      Kegiatan Inti (110 menit)

a.    Guru menuliskan tujuan pembelajaran

b.    Guru menjelaskan metode pembelajaran yang dipakai

c.    Guru membagikan booklet kepada masing-masing peserta didik

d.   Guru menugaskan  peserta didik membaca booklet

e.    Guru membagikan soal berkaitan dengan materi

f.     Guru dan peserta didik saling bertanya jawab berkaitan dengan materi

g.    Guru memberi penjelasan berkaitan dengan materi yang belum dipahami peserta didik

3.      Kegiatan Penutup (5 menit)

a.         Peserta didik membuat kesimpulan tentang pembelajaran hari ini dibantu oleh guru

b.        Guru menugaskan peserta didik untuk membaca kembali materi pada KD 6.3 untuk persiapan Ulangan Harian

E.      Media Pembelajaran

1.                 Booklet

2.                 Charta Sel Hewan dan Sel Tumbuhan

3.     Laptop dan Infokus

 

F.      Sumber Belajar

1.      Buku IPA Terpadu . Eka Purjiyanta, S.Pd, dkk, 2007. IPA Terpadu untuk SMP Kelas VII, Jakarta : Erlangga.

2.      Buku-buku pelajaran IPA yang relevan dan Bahan Ajar

 

G.     Penilaian

         1.   Teknik                :     Tes tertulis

2.   Bentuk               :     Tes Uraian dan Isian

3.      Instrumen soal    :    

a.         Sel adalah…

b.        Jaringan adalah…

c.         Kumpulan jaringan yang memiliki bentuk dan fungsi yang sama maka akan membentuk…

d.        Organel sel yang merupakan tempat pengaturan seluruh isi sel adalah….

e.         Fungsi mitokondria adalah…..

f.         Fungsi membrane sel adalah…

g.        Sel hewan berbeda dengan sel tumbuhan dalam hal…

Mengetahui,                                                        Unggan,                  2015

Kepala Sekolah SMP N 47 Sijunjung                         Guru Mata Pelajaran IPA

 

 

 

 

ASRIL, S.Pd.I                                                                        VELLY SYAFRIANI, S.Pd

 NIP. 196005071987031011                                      NIP. 198607222010012033

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LAMPIRAN 2

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Satuan Pendidikan         : SMP N 47 Sijunjung

                                 Mata Pelajaran                : IPA Terpadu

                                 Kelas / Semester              : VII / 2

                                 Alokasi Waktu                 : 3 x 40 menit

 


Standar Kompetensi 7 :

Memahami saling ketergantungan dalam ekosistem

Kompetensi Dasar 7.1 :

Menentukan ekosistem dan saling hubungan antara komponen ekosistem

Indikator:

1.    Mengindentifikasikan satuan-satuan dalam ekosistem dan menyatakan matahari merupakan sumber energi utama

2.    Menggambarkan dalam bentuk diagram rantai makanan dan jaring-jaring kehidupan berdasar hasil pengamatan suatu ekosistem

3.    Berdo’a sebelum belajar

4.    Mengaitkan materi dengan kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa

5.    Tidak mencontek pada saat ujian

6.    Mengerjakan semua tugas yang diberikan guru

7.    Mengerjakan semua tugas yang diberikan guru sendiri

A.     Tujuan Pembelajaran

1.   Peserta didik dapat menjelaskan satuan-satuan ekosistem.

2.   Peserta didik dapat menyebutkan komponen ekosistem.

3.   Peserta didik dapat menjelaskan interaksi antar komponen ekosistem.

4.      Peserta didik dapat menjelaskan saling ketergantungan diantara komponen biotik.

5.      Peserta didik dapat berdo’a sebelum belajar

6.      Peserta didik dapat mengaitkan materi dengan kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa

7.      Peserta didik tidak mencontek pada saat ujian

8.      Peserta didik dapat mengerjakan semua tugas yang diberikan guru

9.      Peserta didik dapat mengerjakan semua tugas yang diberikan guru sendiri

 

B.     Materi Pembelajaran

1.    Satuan-satuan ekosistem

2.    Pola interaksi dalam ekosistem

 

C.     Metode Pembelajaran

         1.   Pendekatan                          :     Konsep

         2.   Metode                                 :     Diskusi dan tanya jawab

 

D.   Langkah-langkah Pembelajaran

Pertemuan I (3 x 40 menit)

1.      Kegiatan Pendahuluan (5 menit)

a.   Motivasi :

Apakah komponen ekosistem itu ?

b.   Prasyarat Pengetahuan :

      Peserta didik telah memahami komponen abiotik dan biotik.

2.      Kegiatan Inti (110 menit )

a.         Guru menuliskan tujuan pembelajaran

b.         Guru menjelaskan metode pembelajaran yang dipakai

c.         Guru membagikan booklet kepada masing-masing peserta didik

d.        Guru menugaskan  peserta didik membaca booklet

e.         Guru membagikan soal berkaitan dengan materi

f.          Guru dan peserta didik saling bertanya jawab berkaitan dengan materi

g.         Guru memberi penjelasan berkaitan dengan materi yang belum dipahami peserta didik

h.         Guru memberi penjelasan berkaitan dengan materi yang belum dipahami peserta didik

3.      Kegiatan Penutup (5 menit)

a.    Peserta didik membuat kesimpulan tentang pembelajaran hari ini dibantu oleh guru

b.    Guru menugaskan peserta didik untuk membaca materi selanjutnya tentang Pola Interaksi dalam Ekosistem

  Pertemuan ke II (2 x 40 menit)

1.      Kegiatan Pendahuluan (5 menit)

a.   Motivasi :

Apakah saja pola interaksi yang terbentuk antar komponen ekosistem?

b.   Prasyarat Pengetahuan :

      Peserta didik telah memahami komponen ekosistem

2.      Kegiatan Inti (110 menit )

a.         Guru menuliskan tujuan pembelajaran

b.         Guru menjelaskan metode pembelajaran yang dipakai

c.         Guru membagikan booklet kepada masing-masing peserta didik

d.        Guru menugaskan  peserta didik membaca booklet

e.         Guru membagikan soal berkaitan dengan materi

f.          Guru dan peserta didik saling bertanya jawab berkaitan dengan materi

g.         Guru memberi penjelasan berkaitan dengan materi yang belum dipahami peserta didik

h.         Guru memberi penjelasan berkaitan dengan materi yang belum dipahami peserta didik

3.      Kegiatan Penutup (5 menit)

c.    Peserta didik membuat kesimpulan tentang pembelajaran hari ini dibantu oleh guru

d.   Guru menugaskan peserta didik untuk membaca materi selanjutnya tentang Pola Interaksi dalam Ekosistem

        

 

E.     Media Pembelajaran

a.      Booklet Ekosistem

b.     Charta dan lingkungan sekitar

 

F.      Sumber Belajar

1.      Buku IPA Terpadu . Eka Purjiyanta, S.Pd, dkk, 2007. IPA Terpadu untuk SMP Kelas VII, Jakarta : Erlangga.

2.      Buku-buku pelajaran IPA yang relevan dan Bahan Ajar

 

G.     Penilaian

         1.   Teknik                :     Tes tertulis

2.   Bentuk               :     Tes Uraian dan Isian

3.      Instrumen soal    :    

a.         Satu ekor tupai merupakan…

b.        Empat ekor kerbau di kandang merupakan…

c.         Komunitas adalah…

d.        Ekosistem adalah…

e.         Produsen biasanya adalah…

f.         Konsumen 1 biasanya merupakan hewan…

Mengetahui,                                                       Unggan,                  2015

Kepala Sekolah SMP N 47 Sijunjung                         Guru Mata Pelajaran IPA

 

 

 

ASRIL, S.Pd.I                                                                        VELLY SYAFRIANI, S.Pd

NIP. 196005071987031011                                       NIP. 198607222010012033

 

LAMPIRAN 3

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

APA JADINYA JIKA UN DITIADAKAN?

Artikel Pendidikan Keluarga