Apa jadinya jika peserta didik tidak punya paket data buat daring?

HEBOH DI KELAS GRUP MESSENGER

Velly Syafriani, S.Pd guru IPA SMP N 47 Sijunjung, Kabupaten Sijunjung

 

Pembelajaran jarak jauh adalah sebuah metode pembelajaran yang memang sudah ada sejak lama. Kita sering mendengar kuliah jarak jauh atau diklat dan pelatihan online. Namun sekarang semakin menggema, terlebih karena adanya serangan wabah yang melanda. Covid-19, sebuah pandemi yang langsung merubah tatanan kehidupan di seluruh dunia. Tidak terkecuali tatanan di dunia kita, dunia  pendidikan. Kita yang awalnya begitu nyaman mengajar di kelas, saling menyapa  dengan peserta didik secara langsung, tiba-tiba saja harus rela tidak bisa bertatap muka karena diberlakukannya “sosial distancing” guna mencegah penyebaran wabah.

Kita tidak tahu kapan kondisi akan pulih kembali. Sebagai seorang pendidik kita tidak mungkin hanya berdiam diri. Meninggalkan peserta didik kita begitu saja. Kita harus memikirkan cara bagaimana pembelajaran harus tetap berlangsung meski tanpa bertatap muka. Satu-satunya jalan yang terpikir oleh saya, sebagai seorang pendidik adalah dengan melakukan pembelajaran jarak jauh.

Sebenarnya pembelajaran jarak jauh ini bisa dilakukan dengan banyak cara. Perkembangan teknologi sangat memudahkan segalanya. Ada banyak kelas online yang bisa kita kelola. Mulai dari kelas di Grup WhatsApp, Google Classroom, GrupTelegram, Rumah Belajar, atau Zoom. Kita tinggal memilih mana yang kita inginkan dan sesuai juga dengan kemampuan kita. Melalaui Grup WhatsApp kita bisa berbagi video pembelajaran, mengirim file tugas maupun beriteraksi langsung melalui chat dengan peserta didik kita. Begitu juga dengan Google Classroom dan Rumah Belajar. Di aplikasi Rumah Belajar, kita bisa membuat kelas sendiri, memasukkan materi yang ingin kita ajarkan baik dalam bentuk file ataupun dalam bentuk video. Tugas-tugas atau latihan pun bisa dengan mudah kita share melalui aplikasi ini. Kita tinggal memasukkan peserta didik kita ke dalam kelas tersebut.

Namun bagi saya seorang pendidik di daerah pedalaman Kabupaten Sijunjung yang akses internetnya baru lancar sejak dua tahun belakangan. Saya sangat kesulitan mengelola beragama kelas tersebut. Terlebih lagi kondisi ekonomi sebagian besar peserta didik saya tidak menunjang terlaksananya berbagai macam kelas itu. Sejak internet masuk, memang sudah banyak peserta didik saya yang telah memiliki android, meski belum merata seluruhnya. Namun tidak semua peserta didik saya difasilitasi paket internet. Saya tidak ingin membebani orang tua dengan mewajibkan peserta didik saya harus membeli paket internet. Sebab saya paham, betapa sulitnya kehidupan saat ini apalagi dikala wabah ini melanda.

Satu-satunya palikasi yang bisa membantu saya mewujudkan pembuatan sebuah kelas tanpa menggunakan paket data adalah malalui aplilasi Messenger. Karena adanya fasilitas Messenger gratis. Saya mulai membuat Grup Messenger. Melalui grup ini saya menyapa peserta didik saya. Langkah saya memang terbatas di sini. Saya tidak bisa seluasa menggunakan aplikasi Rumah Belajar. Tidak bisa membuat soal latihan yang bisa dijawab langsung. Tidak bisa mengirim video. Di kelas ini saya hanya bisa sekedar bercengrama, tanya jawab dan menjelaskan beberapa materi selanjutnya memberikan tugas.

            Meskipun demikian, kelas ini tetap heboh dan hangat. Terkadang saya tidak membahas materi pelajaran, hanya sekedar menyapa dan mengingatkan mereka tentang cara menghindarkan diri dari infeksi virus Covid-19. Atau membagi informasi terbaru tentang perkembangan virus tersebut. Saya juga memberikan tips-tips yang sekiranya berguna bagi mereka saat bosan menghadapi masa “lockdown”. Mereka juga antusias bertanya tentang segala sesuatunya. Saya membawakan kelas ini layaknya sedang bercengrama dengan mereka di dalam ruang kelas. Saling bertanya kabar dan bertukar informasi, karena saya tinggal di Kabupaten yang berbeda dengan tempat saya mengajar.

Bagi saya yang terpenting, komunikasi dengan peserta didik tidak terputus. Sebab saya takut, semakin lama tidak bertatap muka dan tidak saling menyapa, ikatan chemistri yang telah lama terbangun perlahan akan pudar dan menghilang. Harapan saya dan kita semua, semoga wabah ini segera berakhir karena secanggih apapun teknologi yang bisa menjembatani kelas jarak jauh di dunia maya ini, tetap tidak bisa menggantikan hangat dan nyamannya berinteraksi di dunia nyata.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

APA JADINYA JIKA UN DITIADAKAN?

PTK IPA ” Peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik dengan Menggunakan Media Booklet pada Mata Pelajaran IPA Kelas VII 2 Semester 2 di SMP N 47 Siunjung tahun 2015”

Artikel Pendidikan Keluarga